SAHABAT SEDJATI FARM ( doc ayam kampung super ) Alamat : Suro 2/8 Tambak Mojosongo Boyolali Jawa Tengah

Sabtu, 25 Oktober 2014

AYAM KAMPUNG SUPER (JAWA SUPER), KOMODITAS UNGGULAN YANG TAK TERGANTIKAN. SABTU, 25 OKTOBER 2014



Ayam Kampung Super (Jawa Super), Komoditas Unggulan Yang Tak Tergantikan
(By: Sahabat Sedjati Farm)

Ayam kampung super atau lebih dikenal dengan jawa super (joper) memang memiliki kelebihan tersendiri sebagai komoditas unggas unggulan. Ayam kampung super ini merupakan tipe ayam dwiguna, yaitu dapat diusahakan untuk pedaging maupun petelur akan tetapi para peternak banyak memanfaatkan dagingnya karena umurnya yang baru hanya 2 bulanan sudah siap panen. Jenis ayam ini sekarang sudah menyebar di seluruh pelosok tanah air.
Ternak ayam kampung super ini menjadi salah satu jawaban dari permasalahan para peternak akan lambatnya pertumbuhan ayam kampung. Berbeda dengan ayam broiler yang bisa panen dalam waktu 40 hari saja. Ayam kampung super atau ayam Jawa super memiliki pertumbuhan yang cukup pesat dibandingkan dengan ayam kampung biasa meski lebih lama jika dibandingkan ayam broiler. Dalam masa pemeliharaan 45 sampai 60 hari ayam kampung super sudah bisa dipanen.
Keuntungan beternak ayam kampung super selain angka kematian (mortalitas) yang rendah dengan rasa daging yang sama dengan ayam kampung asli, juga cara pemeliharaan sangat mudah, tidak menyita waktu dan tenaga. Dari segi harga jual, ayam kampung harganya lebih tinggi dibandingkan dengan ayam broiler (ayam potong).
Meskipun mayoritas daging ayam konsumsi yang berada di pasar merupakan ayam ras (broiler), komoditas ayam kampung memiliki pasar penyerap yang cukup besar, baik telur maupun daging. Ditambah, beberapa tahun belakangan trend mengonsumsi  daging ayam kampung semakin meningkat ditandai dengan berkembangnya di kalangan penikmat dan pebisnis di bidang kuliner yaitu dengan bermunculannya restoran-restoran khusus penyedia menu daging ayam kampung. Alhasil, pasokan ayam kampung yang ada selama ini belum bisa memenuhi permintaan yang ada.
Mereka mengklaim bahwa mengonsumsi daging ayam kampung lebih sehat, karena kandungan kolesterolnya lebih rendah di bandingkan dengan kolesterol pada ayam broiler. Selain itu, Rasa daging yang lebih kering, gurih dan lezat, mgkin karena keunggulan- keunggulan inilah yang menjadikan daging ayam kampong mulai diminati masyarakat, terutama masyarakat golongan menengah keatas diwilayah urban. Hal tersebut pula yang membuat banyak orang beralih mengonsumsi daging ayam kampung. Ditambah, pola pemeliharaan yang relatif lebih alami dibandingkan ayam broiler membuat pamor ayam kampung semakin meningkat sebagai pemenuh kebutuhan daging unggas.
Tidak hanya itu, harga ayam kampung yang lebih tinggi dari ayam ras pedaging juga membuat saat-saat mengonsumsi daging ayam kampung pedaging menjadi lebih special. Terbukti, saat hari tertentu seperti hari raya banyak yang memilih daging ayam kampung sebagai menu hidangan special padahal harganya jauh lebih tinggi dibandingkan broiler. Hal ini menandakan ayam kampong pedaging memang memiliki keunggulan dan tempat tersendiri.
Keunggulan ayam kampung super juga terdapat pada telur yang dihasilkannya. Keberadaannya tidak bisa digantikan oleh telur ayam ras yang secara kuantitas jauh lebih banyak mengisi pasaran. Pasalnya, Pasar penyerap telur ayam kampung merupakan pasar “unik” yang hanya bisa dipenuhi kebutuhannya oleh unggas yang dipelihara diberbagai daerah diIndonesia sejak ratusan tahun lalu ini.
Pasar penyerap telur ayam kampung antara lain para pedagang jamu yang menggunakannya dalam bentuk mentah sebagai bahan campuran minuman jamu, madu atau susu. Telur ayam kampung memang dipercaya memiliki khasiat meningkatkan vitalitas, kebugaran maupun khasiat lainnya. Selain itu, tingkat keamisannya yang lebih rendah dibandingkan telur ayam ras juga menjadi alasan lain mengonsumsinya dalam bentuk mentah.
Pasar penyerap lain telur ayam kampung yang relatif tidak bisa tergantikan oleh jenis telur unggas lain adalah industri kosmetik dan obat. Selain itu, pabrik roti dan kue juga banyak menggunakan telur ayam kampung sebagai salah satu  bahan pembuat produknya. Masyarakat rumah tangga juga sudah banyak yang beralih mengonsumsi telur ayam kampung. Keamisannya  yang rendah serta rasanya yang gurih membuat mereka menjatuhkan pilihan pada konsumsi telur ayam kampung.
Begitu juga masyarakat yang menganggap telur ayam kampung lebih alami dan bergizi sudah mulai beralih mengonsumsi telur ayam ini untuk konsumsi sehari-hari maupun konsumsi mereka yang sedang dalam proses pemulihan atau penyembuhan dari sakit.
Awalnya, ayam kampung dipelihara sebagai hewan umbaran, yaitu dibiarkan berkeliaran pada siang hari kemudian dikandangkan pada malam hari. Bahkan, banyak dijumpai ayam kampung pada malam hari beristirahat disekitar rumah pemelihara atau di batang-batang pohon, bukan didalam kandang.
Meskipun hingga kini masih ada masyarakat yang masih menerapkan pola pemeliharaan seperti ini (cara tradisional), Namun cara ini dipandang kurang memiliki nilai ekonomis jika tujuan pemeliharaan untuk profit  oriented. Oleh karena itu, belakangan semakin banyak peternak ayam kampung yang menerapkan pola budidaya semi-intensif bahkan intensif dalam pemeliharaan ayam kampungnya.
Permintaan telur dan daging ayam kampung yang dari tahun ketahun semakin meningkat di berbagai daerah di Indonesia itu ternyata belum mampu memenuhi permintaan pasar. Ini pula merupakan peluang besar yang bisa dimanfaatkan oleh para peternak untuk memulai usaha budi daya ayam kampung super ini, sehingga membuat peternak beralih kesistem pemeliharaan umbaran ke semi-intensif dan intensif.
Karena, peternakan ayam merupakan salah satu bagian dari sektor kegiatan di tanah air yang sangat terkait dengan kehidupan sosial ekonomi masyarakatnya dan merupakan andalan dalam mewujudkan ketahanan pangan serta meningkatkan nilai gizi, kesehatan, dan kecerdasan masyarakat melalui pemanfaatan komoditas ternak berupa daging dan telur.
Juga terbukti system pemeliharaan semi intensif maupun intensif di sini dapat meningkatkan hasil budidaya ayam kampung petelur maupun pedaging, sehingga hasil yang diperoleh optimal dan layak dijadikan sumber penghasilan, baik sampingan maupun utama. Pemeliharaan semi-intensif maupun intensif juga berperan besar menanggulangi penyebab berbagai penyakit pada unggas ini, termasuk potensi penularan flu burung yang menjadi momok budidaya ayam kampung selain penyakit-penyakit yang lainnya.
Besarnya peluang pasar ayam kampung super petelur maupun daging semoga dapat menjadi salah satu jalan meraih kesuksesan bagi para pembudidayanya. Ditambah peraturan pemerintah yang menjamin bahwa budidaya ayam kampung hanya boleh dijalankan oleh usaha peternakan rakyat dan industry tidak boleh turut serta menjadi jaminan pasar ayam kampung sehingga senantiasa terbuka lebar dan stabil.


DAFTAR PUSTAKA
Aman, M, Yamam, Dr.Ir. & M. Agric. Sc. 2013. Ayam Kampung Pedaging Unggul. Jakarta: Penebar Swadaya
Cahyono, Bambang. 2011. Ayam Buras Pedaging. Jakarta: Penebar Swadaya
Krista, Bambang & Bagus Harianto. 2010. Beternak dan Bisnis Ayam Kampung. Jakarta: PT. AgroMedia Pustaka
Wahju, Juju, Prof. Dr. 2004. Ilmu Nutrisi Unggas. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press



Mari bergabung dengan SAHABAT SEDJATI FARM untuk mengetahui semua informasi dan perkembangan terbaru ayam kampung dan ayam kampung super.






Reactions:
Posting Komentar