Kamis, 14 Desember 2017

JENIS-JENIS KANDANG UNTUK AYAM BURAS PEDAGING

        Secara genetis ayam buras bertubuh kecil, pertumbuhanya lambat, dan memiliki daya konversi pakan menjadi daging (protein) lebih rendah daripada ayam ras. Sementara itu, usaha pemeliharaan ayam buras secara tradisional yang masih dilakukan oleh masyarakat dimana ayam masih diumbar dan kandang dibuat seadanya dapat menyebabkan pertumbuhan ayam semakin menurun dan kesehatanya pun sulit untuk dikontrol. Padahal dengan memelihara secara intensif didalam kandang dengan manajemen pemeliharaan yang baik, produktivitas ayam buras sebagai pedaging dapat ditingkatkan/dapat meningkat.
Untuk menunjang peningkatan produktivitas ayam buras sebagai pedaging, diperlukan kandang yang memadai serta pemeliharaan yang insentif. Kandang sebagai  tempat tinggal ayam dan proses produksi peternakan harus memiliki kontruksi yang baik. Kontruksi yang baik harus memiliki fungsi sebagai berikut :
1. Melindungi hewan ternak dari hewan pemangsa
2. Melindungi hewan ternak dari cuaca buruk, seperti sinar matahari, hujan, udara malam yang dingin, serta angin kencang
3. Menghindari pencurian hewan ternak oleh manusia
4. Mencegah hilangnya hewan ternak akibat diumbar bebas
5. Memudahkan pemeliharaan, seperti pemberian pakan dan minum, pengawasan kesehatan hewan ternak, serta pemungutan hasil.

JENIS-JENIS KANDANG

Kandang sangat berpengaruh besar dalam penanganan dan kesehatan hewan ternak seperti ayam. Jika bentuk kandang tidak sesuai dengan jumlah ayam maka penanganan akan menjadi sulit dan kesehatan ayampun menjadi tidak terkontrol. Dalam beternak ayam dikenal beberapa jenis kandang, diantaranya sebagai berikut:

1. Kandang Postal (litter)

Kandang Postal merupakan kandang tanpa halaman umbaran sehingga sepanjang hari ayam berada didalam kandang. Lantai kandang diberi alas sekam padi (sekam padi). Kelebihan sistem postal dengan alas litter adalah:


  • Menghemat biaya karena hemat lahan/tempat dan tidak perlu pagar pembatas halaman umbaran
  • Menghemat tenaga untuk perawatan kandang
  • Ayam lebih produktif karena tidak banyak bergerak sehingga energi hasil metabolisme lebih banyak digunakan untuk pembentukan karkas.
  • Karkas yang dihasilkan berkualitas baik


Menurut seorang ahli, bobot ayam buras yang dipelihara menggunakan kandang postal dengan teknologi litter selama pemeliharaan empat bulan adalah 1,64kg. Pemberian pakan berkaitan dengan pertambahan bobot ayam. Pakan sebanyak 3kg menghasilkan bobot ayam sebanyak 1kg. Sementara itu, di kandang kotak dengan halaman umbaran membutuhkan 3,3kg pakan untuk menghasilkan 1kg bobot ayam.
Disamping itu, beberapa kelemahan dari kandang postal diantaranya sebagai berikut:

  • Jika ada ayam terserang penyakit, maka penularanya akan cepat terhadap ayam lain
  • Ayam sering mematuk ayam lain, sehingga menimbulkan luka dan mudah terinfeksi
  • Jika litter (sekam padi) lembab, maka bibit penyakit seperti cacing dan coccidia mudah muncul
  • Identifikasi penyakit melalui kotoran sulit dilakukan. Hal tersebut disebabkan kotoran telah bercampur dengan litter maupun kotoran ayam yang lain
  • Ayam sering berebut makanan sehingga yang lemah sering tidak mendapatkan makanan yang cukup sehingga pertumbuhan ayam menjadi tidak sama


Contoh Kandang Postal
Dindingnya dibuat dari kawat supaya banyak sinar matahari masuk













Lantai Kandang Postal
Diberi alas sekam padi (litter) dan volume kandang yang luas

Contoh Kandang Postal
Kandang dengan halaman umbaran luas dan lantai kandang yang diberi alas sekam padi (litter)















2. Kandang Cage

Kandang tipe cage merupakan kandang postal dengan lantai berlubang. Lantai kandang berupa jeruji bambu atau kawat ram membuat kotoran akan langsung jatuh ke tempat penampungan kotoran.
Kandang tipe cage kurang baik untuk pemeliharaan ayam buras pedaging. Ayam yang dipelihara dikandang tipe ini dapat menyebabkan kualitas karkas (daging) yang dihasilkan rendah. Pada umumnya, ayam akan menderita penyakit lepuh dada atau pembengkakan tulang dada (breast blister) jika menggunakan kandang tipe ini.

Contoh Kandang Cage
Kotoran ayam akan angsung jatuh ke penampungan kotoran/kolam















3. Kandang Ren

Kandang ren adalah kandang dengan umbaran terbatas yang terdiri atas dua bagian, yaitu bangunan yang beratap dan halaman umbaran yang tidak beratap. Luas bangunan kandang yang beratap lebih kecil dibandingkan luas halaman umbaran. Lantai kandang disemen dan diberi alas berupa sekam padi. Lantai halaman umbaran juga dapat disemen atau cukup didapatkan tanpa diberi alas. Kelebihan kandang ini adalah sebagai berikut:
Sinar matahari pagi banyak yang masuk kandang sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit rakitis pada ayam

  • Ayam dapat leluasa bergerak
  • Sirkulasi udara lancar dan kandang lebih mudah dibersihkan
  • Kualitas daging lebih baik (tidak lembek)
  • Ayam terhindar dari lepuh dada. Hal itu disebabkan ayam mendapatkan sinar matahari pagi yang cukup

Disamping kelebihan kandang ren, terdapat kelemahan-kelemahan kandang ren sebagai berikut:

  • Jika ada ayam yang terserang penyakit menular maka akan cepat menyebar/menular
  • Mudah terjadi perebutan makanan sehingga ayam yang lemah sering tidak mendapat makanan yang mencukupi kebutuhanya sehingga pertumbuhan menjadi tidak sama
  • Penggunaan tempat lebih luas sehingga kurang ekonomis
  • Identifikasi terhadap hewan ternak yang sakit sulit dilakukan. Hal tersebut disebabkan identifikasi melalui kotoran ayam sakit sudah berbaur dengan kotoran ayam yang sehat.


Contoh Kandang Ren Pagar Bambu
Pagar terbuat dari bambu dengan kandang sebelah kiri beratap dan kandang sebelah kanan halaman umbaran










Contoh Kandang Ren Pagar Besi 
Pagar terbuat dari kawat dengan kandang sebelah kiri beratap dan kandang sebelah kanan halaman umbaran











4. Kandang Baterai

Kandang tipe baterai merupakan kandang yang berbentuk sangkar atau empat persegi panjang yang disusun secara berdebat memanjang dan bertingkat dua atau lebih. Setiap sangkar hanya untuk satu ekor ayam. Kandang ini dipandang kurang menguntungkan untuk pemeliharaan ayam buras pedaging karena sering menimbulkan lepuh dada atau pembengkaan pada tulang dada. Keuntungan menggunakan sistem kandang baterai adalah sebagai berikut:

  • Menghemat tempat dan biaya pemeliharaan
  • Energi yang dikeluarkan oleh ayam sangat sedikit sehingga hasil metabolisme ternak lebih banyak untuk pembentukan daging
  • Ayam tidak saling mematuk satu sama lain, sehingga meminimalisir timbulnya luka
  • Bila terdapat ayam yang menderita penyakit menular maka penularanya lambat
  • Pemberian pakan dan minum lebih efektif karena pembeianya dapat dilakukan per ekor ayam
  • Identifikasi penyakit melalui kotoran mudah dilakukan karena kotoranya tidak bercampur dengan kotoran ayam yang lain.

   
Beberapa kelemahan-kelemahan jika menggunakan kandang baterai, sebagai berikut:

  • Biaya pembuatan kandang tergolong mahal
  • Pembuangan kotoran harus lebih sering dilakukan karena jika terlambat, dapat mengundang lalat dan bibit penyakit
  • Hewan ternak kurang mendapat sinar matahari pagi sehinggadapat menimbulkan penyakit lepuh dada
  • Kualitas daging kurang baik

Contoh Kandang Baterai
Kandang terbuat dari bambu, berbentuk sangkat atau persegi panjang. Disusun berderet memanjang dan bertingkat














Kesimpulan : Kandang yang baik untuk hewan ternak seperti ayam adalah Kandang postal (litter). Karena kandang postal dapat menghemat biaya pembuatan kandang serta muat banyak hewan ternak, serta pergerakan ayam dapat secara bebas dan dengan halaman yang luas.

Kami Sahabat Sedjati Farm menyediakan

  1. DOC Ayam Kampung Super
  2. Telur tetas Ayam Kampung Super
  3. Jasa tetas telur Ayam Kampung Super

No Telp Marketing Sahabat Sedjati Farm
TELKOMSEL : 081327709303
INDOSAT : 085743686969
PIN BBM : DOCJOPER





-SALAM SUKSES PETERNAK INDONESIA-
SAHABAT SEDJATI FARM

Posting Komentar