Selasa, 23 Januari 2018

FUNGSI VITAMIN A UNTUK AYAM


Vitamin adalah komponen dari bahan makanan tapi bukan karbohidrat, lemak, protein dan air. Terdapat dalam bahan makanan dalam jumlah yang sangat sedikit. Esensial untuk perkembangan jaringan normal dan untuk kesehatan, pertumbuhan dan hidup pokok, kalau tidak terdapat dalam ransum atau tidak tepat diabsorpsi atau dipergunakan, mengakibatkan penyakit defisiensi yang khas atau syndrom, dan tidak dapat disintesis oleh hewan dan maka dari itu harus tersedia dalam ransum.
Kebutuhan vitamin untuk ayam
Ayam sangat peka terhadap defisiensi vitamin. Beberapa penyebabnya adalah 1) Ayam sedikit sekali medapat vitamin yang disintesis oleh mikroorganisme di dalam saluran pencernaan 2) Ayam membutuhkan banyak sekali vitamin-vitamin untuk reaksi-reaksi metabolik dalam tubuh hewan 3) Perusahaan peternakan unggas yang besar sering menghadapi cekaman-cekaman sehingga meningkatkan kebutuhan vitamin-vitamin. 
       Karena ayam itu membutuhkan vitamin yang tinggi dan memperlihatkan gejala defisiensi yang khas, memegang peranan penting sebagai hewan percobaan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi vitamin. Sebagai hasilnya adalah banyak kebutuhan vitamin untuk ayam lebih tepat ditentukanya daripada hewan-hewan lain. Vitamin B1, B6, biotin, dan asam folat biasanya terdapat dalam jumlah yang cukup banyak dalam bahan-bahan makanan seperti jagung dan bungkil kacang kedele yang mencukupi kebutuhan protein dan energi dalam ransum.
       Tidak seperti protein dan energi, vitamin dikonsumsi oleh hewan dalam jumlah yang sangat sedikitper hari. Biasanya vitamin ditambahkan kedalam ransum dalam jumlah yang lebih banyak dan pada kebutuhan minimum. Dengan demikian kebutuhan vitamin untuk ayam tidak dinyatakan per ekor perhari, akan tetapi dinyatakan dalam miligram atau satuan lain per kilogram ransum. 



Vitamin A
Vitamin A didapatkan dalam tahun 1913 oleh McCollum dan Davis yang mencatat bahwa pertumbuhan tikus berhenti sebelum dewasa kalau lemak babi dipergunakan sebagai sumber lemak dalam ransum. Akan tetapi pertumbuhan akan segera baik kembali kalau lemak dalam ransum dari mentega atau lemak yang diekstrasi dari kuning telur.
Pada tahun yang sama Osbarne dan Mendel juga melaporkan bahwa ada sesuatu yang terdapat dalam mentega yang sangat penting untuk hidup dan pertumbuhan tikus. Sekitar tahun 1915, McCollum dan Vadis menguatkan penemuan-penemuan ini dan menganjurkan bahwa ransum minimum yang cukup harus disempurnakan dengan penambahan zat-zat makanan yaitu larut dalam lemak dan larut dalam air. Rangkaian penelitian telah menujukan bahwa minyak ikan dan beberapa minyak ikan yang berasal dari hati adalah sumber vitamin A yang baik, akan tetapi sumber utama dari vitamin itu adalah provitamin A yang disintesis oleh tanaman ebagai gugusan pigmen kuning yang dinamakan karotenoid. Tanaman tidak khusus mensinteis vitamin A, tetapi semua hewan mempunyai enzim didalam mukosa usus yang dapat mengubah provitamin A karotenoid menjadi vitamin A.
Tiga persenyawaan, vitamin A alkohol (retinol), vitamin A alhedid (retinal), dan vitamin A asam (asam retinoat) dan beberapa dari stereoisomernya mempunyai aktivitas vitamin A untuk ayam dan hewan-hewan lain. Vitamin A mempunyai hubungan dengan beberapa macam proses tubuh: (1) stereoisomer dari retinol, disebut retinan, memegang peranan utama dalam penglihatan. Vitamin A diperlukan untuk (2) mencegah ataxia hebat pada ayam muda; (3) pertumbuhan; (4) memlihra membran mucuos yang normal; (5) reproduksi; (6) pertumbuhan yang baik dari matrix tulang; dan (7) tekanan cairan cerebrospinal yang normal. Untuk meyakinkan vitamin A yang cukup dalam bahan makanan untuk unggas dan ternak lainnya, pengusaha suplemen vitamin A telah mengembangkan metode untuk menstabilisasi vitamin ini.

Proses-proses Tubuh yang membutuhkan Vitamin A



  • Vitamin A dan penglihatan


Keajaiban dari penglihatan terletak dalam energi yang diterima dalam 11-sis-retinal yang dihasilkan oleh retinen isomerase dari trans-retinal dan bereaksi dengan spontan dalm gelap komponen protein yang dinamakan akotopsin untuk membentuk rodhopsin. Kalau rhodopsin itu menerima cahaya, energi yang berasal dari cahaya itu menyebabkan struktur 11-cis yang tidak stabil kembali pada keadaan dulu menjadi trans-retinal ditambah skotopsin yang bebas. 
       Ketidakstabilan ini disebabkan oleh gangguan sterik dari molekul sis. Energi yang berasal dari reaksi ini ditransportasi ke otak melalui syaraf optik dn mencatat beberapa intensitas tergantung kepada banyaknya cahaya masuk kedalam mata. Trans-retinol dikonversi menjadi transretinal oleh kegiatan alkohol dehydrogenase. 11-sis-retinol juga dapat dikonversi menjadi 11-sis-retinal oleh alkohol dehydrogenase. 



  • Vitamin A dan reproduksi


Kecuali untuk penglihatan dan reproduksi, asam retinot melakukan semua fungsi vitamin A. Maka dari itu, penambahan asam retinot ke dalam ransum basal tikus dan ayam memberi peluang untuk meneliti pengaruh retinol dan retinal terhadap reproduksi dan penglihatan, dengan menyinglirkan gejala-gejala lain yang ada hubunganya dengan defisiensi vitamin A.
Kalau ayam diberi ransum yang mengandung semua zat-zat makanan yang diketahui, tapi di dalamnya vitamin A hanya dalam bentuk asam retionat, ayam tersebut bertumbuh dan berkembang secara normal kecuali ayam tesebut lambat laun akan menjadi buta. Pada inseminasi buatan ayam-ayam tersebut mempunyai fertilitas dalam telur yang normal sesudah 2-3 hari di dalam mesin penetas. Meski demikian pada saat ini semua embrio dalam telur mati pada tahap perkembangan yang sama.
Jelas bahwa pemberian makanan dengan asam retinoat hanya mempengaruhi produksi retinin dan penyimpanan vitami A di dalam telur. Pernyataan ini didapat dari penemuan bahwa meskipun butanya telah dialami beberapa bulan, penglihatan masih ada pada ayam dewasa dalam waktu dua hari setelah diberi ransum yang cukup kadar retionatnya. Juga daya tetas dari telur segera akan pulih kembali. Memang benar, telur yang berasal dari ayam yang mendapat ransum asam retionat ke dalam telur sebelum dimasukan ke dalam mesin penetas.



  • Vitamin A dan pembentukan tulang


Menurut Walbach dan Hegsted defisiensi vitamin A pada itik muda menyebabkan kelambatan dan menahan pertumbuhan tulang rawan, dan kelebihan vitamin A mempercepat pembentukan tulang. Kultur jaringan dari tulang rawan embrio ayam yang kelebihan retinol kemudian dimasukan ke dalam inkubator, menyebabkan kehilangan gula amino, RNA (Ribonucleac Acid), DNA (Deoxyribonucleic Acid), dan protein dari jaringan. 
       Degredasi dari matriks tulang rawan ini telah diperlihatkan dan dihubungkan dengan pelepasan protease, katepsin, dari lysosom. Katepsin yang dilepaskan ini mempengaruhi mukoprotein dari tulang rawan, melepaskan proin dan turunan-turunan mukopolisacharida.



  • Vitamin A dan tekanan cairan otak


Ataxia yang hebat adalah gejala pertama dari defisiensi vitamin A pada ayam muda yang sedang bertumbuh. Karena luka-luka dalam otak biasanya tidak dapat diperhatikan pada gejala ataxia permulaan dari defisiensi vitamin A, maka ataxia ini diperkirakan disebabkan oleh kelebihan tekanan pada cabang otak. Woolam dan Millen telah memperlihatkan kenaikan yang nyata dari tekanan cairan otak pada anak ayam yang mengalami defisiensi vitamin A.


Kebutuhan vitamin A untuk ayam


Kebutuhan minimum dari vitamin A yang telah ditetapkan oleh Komisi Ilmu Nutrisi Ternak dari NAS-NRS (National Academy of Sciences-National Research Council) 1966. Untuk menerapakn tingkat vitamin A yang cukup dalam ransum perlu diperlihatkan beberapa faktor yang dapat menaikkan kebutuhan vitamin A. Tingkat minimum adalah tingkat yang dapat menyebabkan pertumbuhan anak ayam yang optimum atau pada ayam petelur menyebabkan produksi telur yang maksimum dibawah kondisi lingkungan yang sempurna. Dalam menetapkan kebutuhan praktis, beberapa faktor perlu diperhatikan :
1. Kemungkinan perbedaan genetik dalam menentukan kebutuhan
2. Kemungkinan variasi-variasi dalam membawa vitamin A dari bibit ayam melalui telur ke anak ayam yang baru menetas
3. Kamungkinan-kemungkinan variasi vitamin A dalam makanan tambahan pelengkap (suplemen)
4. Kerusakan vitamin A dalam bahan makanan yang diakibatkan oleh oksidasi, temperatur tinggi pada waktu pembuatan pellet, pengaruh katalitas dari unsur mineral dan pengaruh peroksidasi dari ketengikan yang ditimbulkan oleh lemak yang tidak jenuh
5. Kerusakan vitamin A dalam saluran pencernaan yang diakibatkan oleh pro-oksidan, koksidia, kapilaria, atau bakteria
6. Variasi dalam daya absorpsi dari vitamin A yang disebabkan oleh :
a. Kemungkinan kerusakan dinding usus oleh parasit-parasit usus
b. Tingkat lemak dalam ransum yang terlampau rendah untuk membantu absorpsi optimum vitamin yang larut dalam lemak
c. Kekurangan monogliserida atau garam empedu untuk pembentukan misel-misel yang optimum dan untuk mekanisme-mekkanisme lain termasuk absopsi vitamin A
7. Tingkat protein atau lipida yang kurang cukup untuk pembentukan ?-lipoprotein dan/atau “Retinol Binding Protein” untuk transportasi vitamin A
8. Peningkatan kebutuhan vitamin A yang disebabkan oleh penyakit atau cekaman (stress) lain.
   Berhubung vitamin A dibutuhkan untuk kesempurnaan yang normal dari sel-sel saluran alat pencernaan, dan karena vitamin A tidak ada dalam ransum pada waktu anak ayam diseang koksidiosis yang hebat, maka cadangan vitamin A yang terdapat dalam hati terpaksa dipergunakan untuk memelihara struktur seluler yang normal dari membran mucousnya.
Kandungan vitamin A dalam hati pada anak ayam yang baru menetas ukuran yang sangat baik untuk mempelajari gizi vitamin A dalam ayam bibit. Defisiensi tidak akan timbul pada anak ayam yang menyimpan vitamin A diatas 2-5 IU per gram dari hati. Dengan demikian sepanjang hidup ayam, kandungan vitamin A dalam hati merupakan metode yang baik untuk menilai gizi vitamin  A dalam hewan.

Gejala Utama dari Definisi Vitamin A

Ayam Dewasa.  Kalau ayam dewasa mendapat ransum yang sangat defisien vitamin A, biasanya gejala timbul dalam dua sampai 5 bulan, tergantung banyaknya vitamin A yang disimpan dalam hati dan dalam jaringan lain dari tubuh. Kalau defisiensi vitamin A berlangsung terus, ayam akan menjadi kurus, lemah dan bulu menjadi kusut. Kemudia terjadi penurunan produksi yang sangat nyata dan lamanya waktu antara keluar telur menjadi meningkat. Daya tetas menurun dan terjadi posisi salah dari embrio dan kematian embrio dalam telur meningkat.




Pengeluaran cairan dari hidung dan mata pelupuk mata menyebabkan sering melekat ersatu. Kalau defiensi berlangsung terus terjadi akumulasi keputih-putihan seperti susu dan bahan seperti keju terbentuk dalam mata. Dalam tahap dari penyakit ini mata terisi eksudat putih sehingga ayam tidak dapat melihat, kecuali kalau eksudat putih itu dibuang/dikeluarkan; dalam banyak hal mata itu menjadi rusak. Gejala dari defisiensi vitamin A ini biasa terjadi pada hewan dan manusia, yang dikenal dengan istilah xerophthalmia.

Anak Ayam.  Kalau anak ayang yang berumur satu hari diberi ransum yang tidak mengandung vitamin A, gejala terlihat pada akhir minggu pertama, bila anak ayam tersebut berasal dari induk yang mendapat ransum rendah kadar vitamin A. Kalau anak ayam itu berasal dari induk yang mendapat ransum dengan tingkat vitamin A yanng tinggi, simtoma dari defisiensi dapat tidak timbul sampai anak ayam tersebut mendapat ransum yang sama sekali tidak mengandung vitamin A.
Gejala utama pada defisiensi vitamin terlihat dengan tanda-tanda khas: anorexia, pertumbuhan lambat, mengantuk, lemah, keseimbangan tidak ada, menjadi kurus dan pertumbuhan bulu yang kusut. Kalau defisiensi itu menghebat terlihat gejala ataxia, tapi tidak seperti ataxia pada defisiensi vitamin E yang dikenal dengan encephalomacia atau peyakit gila ayam.

Kami Sahabat Sedjati Farm menyediakan

  1. DOC Ayam Kampung Super
  2. Telur tetas Ayam Kampung Super
  3. Jasa tetas telur Ayam Kampung Super

No Telp Marketing Sahabat Sedjati Farm
TELKOMSEL : 081327709303
INDOSAT : 085743686969
PIN BBM : DOCJOPER

FACEBOOK SAHABAT SEDJATI FARM
TWITTER SAHABAT SEDJATI FARM
INSTAGRAM SAHABAT SEDJATI FARM

SALAM SUKSES PETERNAK INDONESIA
-------------------------------------SAHABAT SEDJATI FARM----------------------------------



Posting Komentar